
Waktu kelas XI, tanggal 6 Desember 2021, kelompok saya bikin garapan tari kontemporer buat UAS ganjil, judulnya "Guungan". Ini juga yang jadi titik awal saya deket sama Veri, yang sampai sekarang masih temenan walau udah beda kampus.
Ide dan Konsep
Idenya diangkat dari guungan, anyaman bambu yang biasa dipakai buat nutupin bayi di upacara otonan. Kami tidak ambil cerita upacaranya secara utuh, lebih fokus ke keunikan bentuk guungan itu sendiri, terutama simbol keterbatasan dan kebebasan yang ada di baliknya, anyaman yang kelihatan mengurung tapi tetap punya kelenturan. Dari situ temanya jadi kearifan lokal, dan sinopsisnya kami buat singkat aja, "terhalang namun bermakna, bebas tetapi ada batasannya."

Peran Masing Masing
Di kelompok ini saya sama Veri lebih banyak megang bagian konsep dan laporan, sementara urusan gerak dan pola lantai, jujur saya tidak terlalu bisa bantu banyak. Yang benar benar nge-carry di bagian koreografi itu Mita, dia yang paling banyak mikirin gerakan sampai pola lantainya jadi.
Awal Persahabatan Sama Veri
Sebelum project ini, saya sama Veri sebatas temen sekelas biasa. Kebetulan kena satu kelompok yang sama, entah kenapa lama lama malah nyambung, dan berlanjut sampai sekarang, walau sekarang udah beda tempat kuliah, masih suka kontak kontakan.
Hasil
Detail penilaian gurunya udah agak lupa, tapi dari tampil sampai sesi bedah karya, kelompok kami cukup solid. Waktu itu bukan lomba beneran, cuma UAS ganjil yang emang sengaja dibikin kompetitif sama guru pengajar buat satu kelas, dan kelompok kami dapat juara 3 dari situ.
"Terhalang namun bermakna, bebas tetapi ada batasannya."