UKK, Garapan Tari Kreasi Megebeg-gebeganUKK, Garapan Tari Kreasi Megebeg-gebegan

latihan garapan tari Megebeg-gebegan

Salah satu momen paling berkesan selama sekolah, Ujian Kompetensi Keahlian jurusan Seni Tari, bikin tari kreasi baru berjudul "Megebeg-gebegan", dipentaskan sekitar 12 April 2023.

Idenya Dari Mana

Tarian ini terinspirasi dari tradisi asli Desa Tukadmungga, Buleleng, namanya juga Megebeg-gebegan. Tradisinya sendiri dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, intinya prosesi pencaruan yang berujung pada acara saling tarik menarik kulit sapi oleh warga desa. Veri, salah satu dari kami berempat yang garap tarian ini, memang asli dari desa itu, jadi idenya muncul dari dia, terus kami kembangkan bareng jadi garapan tari kreasi buat UKK.

Garapan

Yang benar benar garap tarian ini dari awal cuma berempat, saya, Veri, Diah, dan Intan. Dua penari lainnya, Alpin dan Ayu Mas, statusnya pendukung, adik kelas yang kami ajak jadi penari tambahan biar formasi tampil di panggung tetap genap enam orang, tiga putra dan tiga putri. Struktur tariannya dibagi jadi empat bagian, kilas balik, papeson, pengawak, sampai pengecet, masing masing punya cerita dan gerakan yang beda, dari simbol mengulit sapi, penggambaran masyarakat desa, prosesi pencaruan, sampai puncaknya prosesi Megebeg-gebegan itu sendiri.

Sinopsis

"Beranjak dari tradisi di Desa Tukadmungga, dimana tradisi ini dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, saling tarik menarik menjadi ciri khas dalam tradisi ini dengan sarana seekor anak sapi yang dikuliti hingga tersisa bagian kepala, keempat kaki, serta ekornya yang menjadi simbolis unsur kebaikan dan kekuatan dalam menjaga hubungan Bhuana Agung dan Bhuana Alit, dengan menjadikan tradisi, budaya, seni, dan adat istiadat sebagai arah pandang dalam menjaga keharmonisan."

latihan garapan tari Megebeg-gebegan

Prosesnya Panjang

Proses garapannya sendiri melewati tiga tahap, eksplorasi ide, improvisasi gerak, sampai pembentukan struktur akhir. Salah satu momen yang paling saya inget, kami berempat sempat jalan ke Desa Tukadmungga langsung, wawancara sama petua desa yang memang paham betul soal tradisi Megebeg-gebegan, biar tidak salah artiin ceritanya pas dituangkan ke gerakan tari. Itungannya jadi kayak jalan jalan bareng ke Buleleng satu hari penuh, cuma bonusnya dapat riset buat garapan.

Selama proses ini, kami juga sempat kena beberapa kendala khas anak sekolah, studio latihan yang direbutin, kebiasaan suka ngulur waktu, sampai keterbatasan biaya karena semua patungan sendiri dari orang tua masing masing. latihan garapan tari Megebeg-gebegan

Kesan

Lepas dari semua drama proses latihannya, ini tetap jadi salah satu pencapaian yang paling saya banggain dari masa sekolah, bisa ikut menciptakan dan menarikan karya sendiri, bukan cuma nari tarian yang udah ada, buat syarat kelulusan sekaligus jadi kenangan bareng lima teman satu garapan.

"Kami tidak menari cerita orang lain, kami menari cerita yang kami susun sendiri."